Beberapa waktu yang lalu saya ikut berdiskusi tentang “jilbab budaya arab” dan “pemakai jilbab rendah diri” di milis jurnalisme. Supaya posting saya bisa lebih bermanfaat, maka saya posting ulang di blog saya ini. Berikut postingan saya di milis tersebut :
ngalor-ngidul, ngetan ngulon
akhirnya muaranya adalah ingin menyatakan
bahwa jilbab adalah produk budaya (Arab)
dan karena produk budaya,
maka tidak wajibbukankah begitu?
kalau dilihat dari sisi sejarah,
marilah kita telesik lagi lebih dalamperintah berjibab
perama kali diperintahkan kepada orang Arab
perintah ini ada di Al-Qur’an langsung
(Al-Ahzab [33] ayat 59, atau di sejumlah Al-Hadis / riwayat?)dari konteks ini
(silahkan baca tafsir-nya dan konteks peristiwa diturunkannya)
dapat diartikan bahwa wanita-wanita Arab,
kala itu ***BELUM (semua)*** memakai jilbab,
bukankah begitu?nah setelah perintah berjilbab untuk wanita datang,
baru semua wanita yang beragama Al-Islam di Arab
(yang dikategorikan mempunyai kewajiban),
akhirnya mengenakan jilbabbukankah dari peristiwa ini terlihat jelas
bahwa bangsa Arablah,
bangsa yang pertama
terkena dampak ***jilbabisasi Al-Islam***?apakah peristiwa ini bisa diartikan jilbab merupakan budaya arab?
pertanyaan ini bisa dijawab YA
hanya jika Anda mengaggap Al-Islam juga merupakan budaya Arab
( ini sudah masuk ke tataran keyakinan/iman )
selain itu maka jawabannya adalah TIDAKsilahkan direnungkan …
Selanjutnya ada beberapa perbedaan:
- perbedaan batasan (ranah fiqih),
jumur (kebanyakan) ulama berpendapat batasannya adalah telapak
tangan dan wajah boleh terlihat,
tetapi ada juga yang lebih rapat dan lebih longgar
selama perbedaan itu diperoleh dengan niat ikhlas,
metode fiqih, yang benar, silahkan di pilih- perbedaan model (ranah budaya)
ada yang polos ada yang berbunga-bunga, ada yang hijau,hitam dan ada yang putih ada juga yang batikmemakai jilbab cerminan rendah diri?
setiap orang mempunyai motif berbeda-beda ketika berjilbab
– ada yang memakai jilbab karena beribadah
– ada yang memakai jilbab agar dilihat orang kelihatan alim
– ada yang memakai jilbab agar dapat cowok cakep
– mungkin ada juga yang memakai jilbab karena rendah diriSegala amal tergantung niatnya
dan ia mendapat sesuatu sesuai yang ia niatkan
(silahkan baca Al-Hadis Arbain #1 kumpulan Imam An-Nawawi)dan insyaAllah saya yakin kebanyakan wanita
yang mengenakan jilbab itu karena ibadah
tidak peduli ada yang menganggap kolot, rendah diri, dan sebagainyajilbab dan demokrasi
survei membuktikan
banyak orang, kelompok dan negara
yang menjunjung tinggi demokrasi
menolak jilbab
padahal sesuai ideologi mereka
ini adalah kebebasan berpakaian
ironis memangapalagi ketika ada yang memaksakan berjilbab
mereka akan lebih marah-marah lagijilbab dan pemaksaan
Orang yang memeluk Al-Islam
menganggap bahwa Al-Islam-lah
satu-satunya jalan yang benardemikian juga penganut agama lain
seharusnya menganggap bahwa agamanya-lah
yang terbenar(paling tidak bagi yang menyakini demikian,
karena ada yang mengangap semua agama benar
tetapi anehnya tidak mau berpindah agama)orang yang memeluk Al-Islam
juga diperintahkan untuk menganggap saudara
semua pemeluk Al-Islam (sesama muslim)
saling mencintai karena Allah(smoga Anda yang memeluk Al-Islam di milis ini
sudah bisa memiliki perasaan seperti ini – yang sangat nikmat – )konskensi dari
– keyakinan Al-Islamadalah yang paling benar
– semua pemeluk Al-Islam adalah saudara yang dicintai
adalah :
ketika ada saudara yang melakukan kesalahan
maka akan dinasehati
pada taraf tertentu kalau perlu dipaksajika Anda menganggap agama Anda yang paling benar
apakah Anda akan membiarkan anak, istri dan saudara Anda
memeluk Agama lain dengan alasan demokrasi?
yang berarti membiarkan masuk kedalam neraka (bagi yang mempercayainya)demikian dari sy
sebenarnya masih ada pertanyaan lain
mengenai kebebasan berpakaian
tapi nanti terlalu panjangagus
demikian
semoga bermanfaat
Agus Suhartono
Ini kisah beberapa pekan yang lalu, sudah mau saya tulis, tetapi karena kesibukan jadi lupa. Sekarang mumpung ingat saya tulis lagi. He..he.., akhirnya saya merubah prioritas saya. Saya anggap hal ini sangat penting dan sangat mendesah.
Ceritanya begini, suatu hari Aqila, anak pertama saya yang masih duduk di kelas TK Besar, mendekati saya. Ketika itu saya sedang di depan komputer.
“Yah, minta uang 2000 dong.” pinta si Aqila.
“Untuk apa?”, tanyaku.
“Beli pensil.”, jawabnya.
“Kan sudah punya pencil”
“Pensilnya mau saya jual lagi”
“Mau jualan pensil?”
“Iya, si Anu*, malah membuat gambar, lalu dijual.”
Loh..loh..loh, ini anak TK sudah pada mau jualan, minta modal lagi. Akhirnya bunda memberi beberapa pensil baru. Waktu itu pertimbangannya kalau beli sendiri, kan belinya juga di toko di dekat atau di koperasi sekolah, nanti mau dijual berapa? Teman-temannya pasti lebih memilih beli langsung ke toko, karena lebih murah.
Setelah saya renungkan, ternyata pertimbangan itu tidak benar. Seharusnya saya biarkan Aqila melakukan sendiri dari kulakan/membeli sampai menjual dagangannya. Tetapi nggak apalah, toh pensil yang dijual juga pada laku
. Yang penting dia sudah berusaha berbisnis di usia muda, sehingga bisa memulai lebih awal. Berbeda dengan saya yang baru memulai usaha di usia kepala 3.
Nak, ayah mendukung langkahmu. Jadilah pengusaha yang hebad!
Agus Suhartono
*) Dialog (mungkin) tidak sama persis seperti aslinya, mengingat peristiwanya sudah beberapa pekan yang lalu.
Ketika saya mengunjungi blognya tikabanget™, saya tidak bisa melupaken blog tersebut begitu saja. Saya yakin Anda pun akan demikian.
Pasalnya tikabanget™ ini memiliki pilihan kata-kata unik di setiap posting-nya. setiap artikelnya selalu memiliki judul dengan akhiran ituh ataupun gituh. Ini sesuatu yang tidak biasa sehingga menjadi sesuatu yang unik. Menjadi berbeda diantara ribuan atau bahkan jutaan blog yang lain.
Pemilihan nama blog tikabanget™ juga sesuai dengan motonya yang saya temuken di halaman “Tikabanget? Apa ituh?“. TikaBanget menyataken dirinya sebagai Pakar Kebangetan™, he..he..he.
Ada pelajaran penting yang dapat kita ambil dari blog tikabanget™ ini. Yaitu sebuah kata-kata bisa menjadi sumber strong brand. Banyak tokoh yang memiliki pilihan kata-kata unik untuk dirinya sendiri.
Mario Teguh misalnya, memiliki pilihan kata super untuk dirinya, seperti salam super, super club, masyarakat Indonesia yang super, dll. Sedangken Tung Desem Waringin memilih kata dahsyat, sehingga beliau mempunyai situs dahsyat.com, menggunaken kata salam dahsyat, dll. Adapun Romi Satria Wahono memiliki kata perjoeangan.
Saya sendiri sedang berfikir keras untuk memilih kata-kata yang tepat untuk diri saya maupun bisnis saya. Doaken ya. Tetapi bagaimana dengan Anda?
Agus Suhartono
Saya termasuk yang sedih dengan kondisi perpolitikan di Indonesia, khususnya di Pacitan Jawa Timur. Bagaimana seorang artis yang biasa dan bangga memperlihatken lekuk tubuhnya dicalonken menjadi wakil bupati. Jelas sekali partai politik yang mencalonkennya berisi orang oportunis yang tidak memikirken nasib bangsanya. Mereka hanya memikirken keuntungan sesaat bagi dirinya sendiri dan bagi kelompoknya.
JANGAN LUPAKEN KASUS INI, INGAT TERUS APA YANG MEREKA LAKUKEN
Berikut lakon menyedihkan ketika Julia Berez menjadi seoarang Bupati
http://amatamorgana.blogdetik.com/2010/04/04/opera-van-java-julia-derez-jadi-bupati/
Tuhan Sembilan Senti
Oleh Taufiq Ismail
Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok,
Di sawah petani merokok,
di pabrik pekerja merokok,
di kantor pegawai merokok,
di kabinet menteri merokok,
di reses parlemen anggota DPR merokok,
di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok,
hansip-bintara-
perwira nongkrong merokok,
di perkebunan pemetik buah kopi merokok,
di perahu nelayan penjaring ikan merokok,
di pabrik petasan pemilik modalnya merokok,
di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok,
Mungkin Anda pernah mendengar celotehan “Aku tidak membeli merek(brand) kok!” Jelas pernyataan tersebut mengandung konotasi negatif. Dan pernyataan tersebut pada kondisi tertentu benar, tetapi pada kondisi lain bisa menjadi salah. Yang perlu saya tekankan di sini adalah, bukankah kalau brand membawa sesuatu yang negatif kita tidak memerlukan brand? Apakah benar seperti itu?
Berikut ini ada beberapa alasan yang disampaikan Paul Temporal dan KC Lee dalam bukunya Hi-tech Hi-Touch Branding: Mengapa brand penting bagi Konsumen? Sehingga sebagai penjual kita harus memerhatikan brand dari produk yang kita jual.
Manusia menyenangi pilihan, dan brand memberi kebebasan mereka untuk memilih. Ketika pasar semakin terbagi-bagi, maka perusahaan perlu melihat pentingnya memberi pilihan yang berbeda kepada konsumen yang berbeda.
Modern Green 2010 now released as free WordPress theme. You can download it from this site. Modern Green 2010 is premium class WordPress theme, based on News Blue theme. I’m sorry, I only tested it on WordPress 2.9+.
Demo
This site use Modern Green 2010 WordPress Theme.
Download
Modern Green 2010 v.1.0
Release Note
Best Regards
Agus Suhartono
Ibrahim dan Hajar serta bayi kecil Ismail, putra mereka, berada di padang tandus nan panas. Tiada kerabat maupun saudara, ya..mereka memang hanya bertiga.
Tiba-tiba, tanpa bicara apapun Ibrahim melangkah pergi. Langkahnya pasti dan pandangannya lurus ke depan tanpa sekalipun menengok ke belakang. Melihat hal ini tentu saja Hajar kaget, Ibrahim sang suami mau pergi kemana? Akhirnya dia pun menyapa:
“Apakah engkau akan meninggalkan kami dalam keadaan seperti ini, wahai suamiku?”
On December 18th, 2009 coincided with the Muharom 1st, 1431, Hijri New Year. On December 24th, my age increases. And next year, January 1st, 2010 will be coming soon. I must have a new spirit better.
So, I poured my spirit in my blog display:
Yes, new age, new year and of course new spirit.
Agus Suhartono